Sebelumnya mohon maaf apabila ada yang kurang sesuai karena keterbatasan ilmu dari penulis, tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi dari penulis dalam setting mikrotik.

Pada kesempatan ini saya akan sampaikan tentang Internet Telkom Speedy menggunakan Mikrotik

Ada dua cara yang penulis tahu untuk setting internet telkom speedy menggunakan mikrotik, yaitu :

  1. Modem disetting sebagai PPPoE
  2. Modem disetting mode Bridge

Sebelum menjelaskan lebih detail tentang cara tersebut diatas, siapkan terlebih dahulu alat-alat yang diperlukan

  1. Router Mikrotik R450
  2. Modem ADSL+
  3. Switch HUB
  4. Komputer
  5. kabel UTP secukupnya

Apabila peralatan tersebut diatas sudah cukup maka kita akan membahas detail tentang cara setting yang kedua yaitu modem ADSL sebagai Bridge, saya lebih menyukai setting ini karena apabila anda akan forward IP public ke komputer local menjadi lebih mudah, karena IP public terletak pada router mikrotik.

Ada beberapa kelebihan lainnya yang didapatkan untuk setting cara yang nomor 2 ini antara lain :

  1. Membuat FTP server sendiri
  2. Setting VPN
  3. Remote Desktop
  4. Aplikasi perkantoran lainnya.

Langsung saja kita ke langkah pertama yaitu setting modem.

Berikut gambar untuk setting modem adsl mode bridge :

Setting modem mode bridge

Setting modem mode bridge

Merk modem ADSL pada gambar diatas adalah TP-LINK, anda dapat menggunakan merk modem apapun asalkan ada fasilitas mode bridge. Apabila anda membeli modem harap ditanyakan terlebih dahulu kepada penjualnya.

Apabila langkah tersebut diatas sudah selesai maka selanjutnya adalah setting pada router mikrotik. Penulis menggunakan mikrotik type RB-450. Topology jaringan yang kita bahas ini kira-kira adalah seperti ini :

Modem ADSL (192.168.0.1) —- Mikrotik Rb-450 (192.168.1.1) —- Switch HUB —- Komp. Client (192.168.1.2/24)

Sebelum router mikrotik kita hubungkan dengan modem ADSL setting terlebih dahulu IP address utk modem ADSL dan Mikrotik.

Modem ADSL : 192.168.0.1

Router Mikrotik : 192.168.1.1 sehingga user nanti menggunakan ip 192.168.1.2 dan seterusnya sampai 255.

Penulis berharap pembaca sudah bisa setting IP address sesuai tersebut diatas.

Selanjutnya sambungkan router Mikrotik dengan Modem ADSL menggunakan kabel UTP. Port eth yang tersambung dengan mikrotik adalah port eth 1, untuk port eth 2 akan kita gunakan untuk jaringan local.

Daftar interface list di Mikrotik

Daftar interface list di Mikrotik

Perhatikan gambar diatas, port eth 1 namanya diganti INTERNET sedangkan port eth 2 diganti LAN.

selanjutnya masuk IP – Addresses

Daftar address list pada Mikrotik

Daftar address list pada Mikrotik

Tambahkan setting sesuai gambar tersebut diatas untuk address list. utk yang bertanda D itu adalah otomatis (abaikan).

Langkah selanjutnya setting PPP – PPPoE Client, ikuti sesuai gambar dibawah ini

Setting pppoe pada Mikrotik

Setting pppoe pada Mikrotik

Langkah selanjutnya setting IP – DNS, ikuti sesuai gambar dibawah ini

Seeting DNS pada Mikrotik

Seeting DNS pada Mikrotik

Langkah selanjutnya adalah setting route, ikuti sesuai gambar dibawah

Menambah Route List pada Mikrotik

Menambah Route List pada Mikrotik

Pada gambar diatas yang saya didalam kotak merah tidak perlu ditambah manual karena sudah otomatis. List yang paling atas yang akan kita buat.

Langkah selanjutnya adalah setting IP – Firewall – tab NAT

Menambah NAT Rule pada Mikrotik

Menambah NAT Rule pada Mikrotik

Sampai disini apabila ping ke google.com dari mikrotik seharusnya kalau langkahnya sesuai uraian diatas sudah REPLAY / CONNECT.

Langkah selanjutnya sambungkan Switch HUB ke port eth 2 pada mikrotik.

Setting IP komputer sebagai berikut :

Setting IP Static pada PC

Setting IP Static pada PC

Pada IP address dapat diisi dengan range IP 192.168.1.3 – 255.

Untuk setting Access Point (AP) dan lainnya akan dibahas pada artikel selanjutnya.  Selamat mencoba

Apabila perusahaan anda membutuhkan jasa setting mikrotik dapat menghubungi sumartech.com